Laman


Kamis, 08 September 2011

Tiga Baitullah (Tri Loka)

Seringkali kita bertanya-tanya, dimanakah keberadaan (lokasi) Dzat yang Maha Suci yang meliputi segala keMahaannya. Bagi kita yang berpandangan intransendental tentu selalu akan mencari tahu keberadaan Baitullah tersebut. Dari berbagai sumber...Istana Allah tersebut ber lokasi di tiga tempat, yaitu :
1. Baitul Makmur.


       Istana ini terletak di dalam kepala kita, berikut penjelasannya :
AKU mengatur singgasana dalam Baitul Makmur. Itulah tempat kesenangan-KU. Tempatnya ada di kepala anak Adam. Dalam kepala anak Adam terdapat dimak yaitu otak. Diantara dimak/otak itu terdapat manik. Di dalam manik itu terdapat premana atau pranawa. Di dalam pranawa terdapat sukma. Dalam sukma ada rahsa. Dalam rahsa ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU. Jadi agar tempat tersebut dapat terjaga kesuciannya pergunakan fikiran kita untuk sesuatu yang positif dan tidak sembarangan membuang energi. Dengan demikian Istana tersebut akan terawat kesuciannya, yaitu dengan sesering mungkin untuk mengheningkan cipta.


2. Baitul Muharram.( Qalb mu'min baitullah).


        Istana ini terletak di dalam dada kita, berikut penjelasannya.
AKU menata singgasana dalam Baitul Muharram. Itulah tempat Kesukaan-KU. Tempatnya ada di dada anak Adam. Dalam dada itu ada hati, yang berada diantara hati itu ada jantung. Dalam jantung ada budi. Dalam Budi ada jinem. Dalam Jinem ada sukma. Dalam sukma ada Rahsa. Dalam Rahsa ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU. Dari penjelasan berikut maka untuk menjaga kesucian Istana ini kita harus sesering mungkin introspeksi agar hati senantiasa hening, karena dalam Istana inilah lokasi "pertapaannya". Buanglah jauh-jauh dari sifat-sifat yang mengotorinya seperti sirik, Dengki, usil dan segala bentuk kesombongan (Sifat-sifat angkara).


3. Baitul Muhadast. (Janaloka)


       Istana ini terletak di dalam kelamin kita, berikut penjelasannya:
AKU mengatur singgasana dalam Baitul Mukadas. Itulah tempat yang AKU sucikan dan berada pada kemaluan Anak Adam. Dalam kemaluan laki-laki itu ada pelir. Dalam pelir ada nutfah yakni mani, dalam mani ada madi. Dalam madi ada manikem. Dalam manikem terdapat rahsa. Dalam rahsa itu ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU. Dengan penjelasan untuk menjaga kesuciannya sebaiknya hanya kita pergunakan seperlunya saja, yaitu hanya pada saat sudah benar-benar ingin dan tak tertahankan, dan pergunakan hanya kepada yang berhak mendapatkannya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar