Asal-usuling dumadi ini tercantum di wejangan "Wirid Hidayat Jati" karya Rng. Ranggawarsita III. Berikut wejangan tersebut yang biasa juga disebut dengan derajat wolung pepangkatan. :
1. Sesungguhnya tidak ada apa-apa karena pada waktu masih dalam keadaan kosong, belum ada sesuatupun, yang ada hanyalah Aku. Tidak ada tuhan selain Aku. Aku adalah hakikat Dzat yang Maha Suci yang meliputi sifat-Ku, yang menyertai Nama-Ku, dan yang menandai perbuatanKu.
Yang menyatakan sebagai Dzat yang Maha Suci ialah hidup kita pribadi rupa kita pribadi diliputi warna Dzat yang Elok, menyertai nama ialah nama kita pribadi yang diakui sebagai Dzat yang Kuasa, sebagai tandanya tingkah laku kita pribadi mencerminkan perbuatan Dzat yang Sempurna. dengan bertambahnya rahsa Dzat yang Agung, semua sifat ialah
Dzat mempunyai sifat seperti gula dan manisnya (tak dapat dipisahkan), sifat menyertai nama seperti matahari dan sinarnya (tak dapat dibedakan), nama menandai perbuatan seperti cermin dan bayangannya (perbuatan selalu mengikuti), sedang perbuatan menjadi wahana Dzat seperti samudera dan ombaknya.
2. Sesungguhnya AKU adalah Dzat yang Maha Kuasa, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu, jadi seketika, sempurna karena kodratKU, di situ telah nyata tanda perbuatanKU yang sebagai pembuka kehendakKU, yang pertama AKU menciptakan kayu bernama Sajaratul yakin tumbuh di dalam alam adam makdum (hampa kosong) yang azali dan kekal abadi. Kemudian Cahaya bernama Nur Muhammad, berikutnya Kaca bernama Mir’atul haya’i, selanjutnya Nyawa bernama Roh Idhofi, pelita bernama ‘Kandil’, Permata (sesotya) bernama Darah, lalu dinding pembatas bernama Hijab. yang menjadi sekat penampakan-Ku.
- Pertama diciptakan adalah Pohon (kayu) bernama Sajaratul Yakin, sajaratul kaun (pohon kejadian) yang merupakan awal dan asal mula penciptaan tumbuh di alam hampa sunyi senyap abadi (Ahadiyat) tumbuh dari benih Kaf dan Nun.
- Kedua diciptakan Cahaya yang diberi nama Nur Muhammad. Nur Muhammad ini merupakan bibit alam semesta, tercipta dari hasil penyaringan benih Kun sampai murni dan ditambah sinar HidayahNya lalu ditenggelamkan dalam lautan ar-Rahmah. (Hadis) seperti burung merak permata putih berada arah sajaratul yakin, hakikat cahaya, tajali Zat berada dalam nukat gaib, merupakan sifat Atma (Wahdat).
- Ketiga Allah menciptakan Kaca bernama Miratul hayai (Cermin Kehidupan/Cermin Malu), hakikatnya pramana yang diakui sebagai rahsanya Dzat, sebagai nama Atma (Wahidiyat).
- Keempat diciptakan Nyawa yang diberi nama Roh Idhofi, artinya nyawa yang jernih. Hadist ; ia berasal dari Nur Muhammad ; hakikat sukma yang diakui keadaan Dzat, merupakan perbuatan Atma (alam Arwah).
- Kelima diciptakan Lentera yang diberi nama Kandil, artinya lampu tanpa api. Hadis; berupa permata, cahaya berkilauan tanpa kaitan. Itulah keadaan Nur Muhammad dan tempat berkumpul semua roh, hakikat angan angan diakui sebagai bayangan Dzat, bingkai Atma (alam Misal).
- Keenam diciptakan Permata diberi nama Dharrah. Hadis ; ia mempunyai sinar yang beraneka warna satu tempat dengan malaikat, hakikat budi, sebagai perhiasan Dzat, pintu atma (alam Ajsam).
- Ketujuh diciptakan dinding pembatas antara kehidupan fisik dan non fisik, antara yang kasar dan halus, yang disebut hijab, artinya tabir yang agung. Hadis; ia timbul dari permata beraneka warna, pada waktu berherak menimbulkan buih, asap dan air, sebagai hakikat jasad, tempat Atma (insan kamil).
3. Sesungguhnya manusia itu rahsaKU dan AKU itu rahsanya manusia, karena AKU menciptakan Adam berasal dari inti bumi yang terdiri dari empat perkara; bumi, api, angin, air. Itu sebagai perwujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. Itulah sebagai perwujudan wajahKU yang Maha Suci.
Manusia diciptakan sebagai ‘rahsa’ dari Allah, dan Allah itu sebagai ‘rahsa’ dari manusia. Yang dimaksud adalah bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambaranNya atau menurut citraNya.
4. Sesungguhnya AKU bertahta dalam Baitul Makmur, itu rumah tempat pestaKU, berdiri di dalam kepala Adam. Yang pertama dalam kepala itu ‘dimak’ yaitu otak, yang ada di antara otak itu ‘manik’ di dalam ‘manik’ itu budi, di dalam budi itu nafsu, di dalam nafsu itu suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu AKU, Tidak ada Tuhan selain AKU, Dzat yang meliputi keberadaan yang sesungguhnya.
5. Sesungguhnya AKU bertahta dalam Baitul Muharram, itu rumah tempat laranganKU, berdiri di dalam dada adam. Yang ada di dalam dada itu hati, yang ada di antara hati itu jantung, dalam jantung itu budi, dalam budi itu jinem, yaitu angan angan, dalam angan angan itu suksma, dalam suksma itu rahsa, dalam rahsa itu AKU. Tidak ada Tuhan kecuali hanya AKU dzat yang meliputi keberadaan yang sesungguhnya.
6. Sesungguhnya AKU bertahta di dalam Baitul Muqadas, itu rumah tempat kesucianKU, berdiri di penis/alat kelamin adam. Yang ada di dalam penis itu buah pelir, di antara pelir itu nutfah yaitu mani, di dalam mani itu madi, di dalam madi itu wadi, di dalam wadi itu manikem, di dalam manikem itu rahsa, di dalam rahsa itu AKU. Tidak ada Tuhan selain AKU, Dzat yang meliputi keberadaan sesungguhnya, berdiri di dalam nukat gaib, turun menjadi johar awal, di situ keberadaan alam ahadiyat, wahdat, wahidiyat, alam arwah, alam misal, alam ajsam, alam insan kamil, jadinya manusia sempurna yaitu sejatinya sifatKU.
7. AKU menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali AKU dan AKU menyaksikan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusanKU.
8. AKU menyaksikan pada DzatKU sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali AKU, dan menyaksikan AKU sesungguhnya Muhammad itu utusanKU. Sesungguhnya yang bernama Allah itu badanKU, rasul itu rahsaKU, Muhammad itu cahayaKU. AKUlah yang hidup tidak bisa mati, AKUlah yang ingat tidak bisa lupa, AKUlah yang kekal tidak bisa berubah dalam keberadaan yang sesungguhnya, AKUlah waskita, tidak ada tersamar pada sesuatu pun. AKUlah yang berkuasa berkehendak, yang kuasa bijaksana tidak kurang dalam tindakan, terang sempurna jelas terlihat, tidak terasa apa pun, tidak kelihatan apa pun, kecuali hanya AKU yang meliputi alam semua dengan kuasa (kodrat)KU.
Segala macam cahaya semua yang terliputi oleh Dzat-Ku. Akulah Dzat Tuhan yang bersifat Esa. Akulah Dzat Yang Maha Suci bersifat Kekal. Akulah Dzat yang Maha Luhur menjadi Raja Agung, Maha Kuasa. Kuasa membinasakan badan-Ku, menarik anak keturunan-Ku, menggulung dunia-Ku, menyebarkan keturunan-Ku, menerapkan rasa kasih kepada hamba-Ku, menganggap anak kepada makhluk-Ku, semuanya sempurna lantaran kodrat-Ku
yang dimaksud benih Kaf dan Nun itu apa ya ??
BalasHapusAllah menciptakan segala sesuatu yang ada di alam raya ini dengan kata “Kun” (wujudlah), dimana dengan kata tersebut Dia mewujudkan segala sesuatu yang diwujudkan, sehingga tidak pernah ada apapun yang wujud ini kecuali keluar dari hakikat yang tersembunyi dari kata “Kun”, sementara tidak ada sesuatupun yang tersembunyi kecuali keluar dari yang selalu terjaga.
BalasHapusSementara esensi Nun akan muncul ketidak tahuan (Nun Nakirah) dan pengetahuan tentang Tuhan (Nun Marifat). Ketika ditampakkan kepada mereka dari Kun ketiadaan pada hukum yang dikehendaki oleh ke Qadiman, maka dia memercikkan sinar kepada mereka, sinar-Nya. Orang yang terkena sinar tersebut, kemudian ia memandang gambaran “pohon kejadian (alam” atau syajaratul Kaun yang tumbuh dari benih Kun, ia akan memiliki kebahagiaan yang ada dalam rahasia kaf-nya